Viral Ibu Penjual Sayur Dikeroyok Preman karena Belum Bayar Uang Keamanan, Anaknya ikut Dianiaya
Viral video aksi preman mengeroyok ibu penjual sayur dan anaknya karena tak mampu membayar uang keamanan.
Uang keamanan yang memicu pengeroyokan tersebut sebesar Rp 500 ribu.
Kejadian tersebut terjadi di Kota Deli Serdang, Sumatera Utara, tepatnya di Pasar Gambir Tembung, Minggu lalu (5/9/2021).
Adapun, korban berinisial LWG menolak untuk membayar uang kemanan ke para preman pasar.
Pada video yang beredar nampak LWG sudah berteriak histeris ketika menerima perlakuan kasar pelaku.
Bahkan saat korban sudah tersungkur ke tanah, pelaku tetap tega melakukan penganiayaan kepada korban.
Dikutip dari Tribun-Medan.com ( grup TribunJatim.com ), sang perekam juga tak luput dari intimidasi pelaku yang meminta agar aksi kekerasan yang dilakukannya tidak direkam.
"Udah kau matikan?" teriak seorang pria berkaus hitam.
Lalu yang merekam mencoba meyakinkan meski terus melanjutkan rekaman.
LWG bercerita, sebelum dihajar ia sempat didatangi oleh para pelaku yang diketahui dipimpin preman bernama Beny.
Beny dan rekan-rekannya sempat meminta agar LWG membayar Rp 500 ribu sebelum boleh berjualan sayur di pajak Gambir.
LWG pada awalnya menolak untuk membayar uang ke pelaku.
Kemudian pelaku pergi lalu kembali lagi satu jam kemudian.
Ketika kembali menghampiri korban, pelaku meminta korban untuk berhenti berjualan dan pergi dari pasar.
"Datang dia. Tak usah kau kasih becakmu di situ. Jangan jualan di situ, bikin macet saja," kata LWG menirukan ucapan pelaku saat itu, Selasa (7/8/2021).
Tak hanya diusir, LWG pada akhirnya menjadi korban penganiayaan pelaku sambil dimaki-maki.
"Langsung ditendangnya aku dua kali di situ. Di situlah dipanggil teman-temannya dikeroyok aku di situ, temannya semua," ungkap LWG.
Penganiayaan juga menimpa anak perempuannya.
Ia mengalami memar di wajah kanan, hidung dan punggungnya.
Setelah menjadi korban penganiayaan, LWG langsung melapor ke pihak kepolisian.
Ia membuat laporan dengan LP/B/1739/IX/2021/SPKT Polsek Percut Sei Tuan/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara.
Laporan tersebut tertanggal 5 September 2021 dengan terlapor Beny.
"Minta supaya ditangkap. Masa aku dikeroyok laki-laki," kata LWG.(*)
Sumber : tribunnews.com
Belum ada Komentar untuk "Viral Ibu Penjual Sayur Dikeroyok Preman karena Belum Bayar Uang Keamanan, Anaknya ikut Dianiaya"
Posting Komentar